Thursday, 30 July 2015

Tips Sukses Sebagai Peserta PLPG 2015

Tips Sukses Sebagai Peserta PLPG 2015~Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2015 tidak berapa lama lagi. Jika dilihat di laman Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) dinyatakan bahwa sebahagian besar penyelenggaraan PLPG beberapa bidang studi di LPTK akan diselenggarakan pada tanggal 5 Agustus 2015. Demikian pula ketika kami melakukan serah terima berkas calon peserta PLPG di salah satu rayon LPTK, Pusat Sertifikasi Guru (PSG) LPTK bersangkutan menyatakan bahwa PLPG baru akan dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2015.
Sebagai calon peserta PLPG tahun 2015 sebaiknya mempersiapkan segala sesuatunya agar dapat sukses dan dinyatakan lulus sebagai peserta PLPG 2015 dan berhak memegang sertifikat pendidik. kali ini, infogtk.blogspot.com berbagi beberapa tips sukses agar dapat mengikuti PLPG dengan lancar, sehingga diharapkan dapat lulus pada ujian kompetensi dan berhak memegang sertifikat pendidik. Adapun tips dimaksud adalah sebagai berikut :
  1. Telah memperoleh format A1 yang telah ditanda tangani dan distempel basah oleh pejabat Dinas Pendidikan setempat, dimana kita ketahui format A1 adalah salah satu bukti keikut sertaan seorang guru sebagai peserta PLPG. Jika belum memiliki format A1 sementara namanya tercantum didalam daftar  peserta PLPG 2015, segeralah minta A1 asli ke Dinas Pendidikan setempat.
  2. Apabila telah memiliki format A1, jangan lupa untuk digandakan/dicopy untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu format A1 hilang. Format A1 akan diminta untuk diperlihatkan kepada panitia pada setiap tahap penyelanggaraan PLPG/sertifikasi. Simpan copy-an A1 ini ditempat aman, yaitu dirumah atau disekolah.
  3. Mengetahui sejak dini, rayon LPTK penyelenggara PLPG dengan mengakses laman sergur.kemdiknas.go.id/sg13. Setelah memasukkan NUPTK pada pencarian, maka AP2SG akan menampilkan lokasi rayon LPTK dimana guru bersangkutan akan diikutsertakan sebagai peserta PLPG.
  4. Mengetahui lokasi PLPG dan jadwal pelaksanaan PLPG sejak dini dengan mengakses website rayon penyelenggara PLPG. Hal ini penting mengingat guru harus melakukan persiapan-persiapan yang dianggap perlu. Karena, bisa saja guru HARUS mengajukan penjadwalan ulang kepada LPTK jika jadwal PLPG tersebut bertabrakan dengan jadwal perkiraan melahirkan, atau jadwal naik haji/umrah, atau jadwal medical checkup. Jika ingin meminta perubahan jadwal, laporkan jauh-jauh hari kepada dinas agar dinas membuat surat permohonan ke pusat sertifikasi guru (PSG) LPTK. Kemudian guru dapat membawa sendiri surat permohonan tersebut ke PSG LPTK. Mengapa harus dilakukan jauh hari ? Karena jika dilakukan pada waktu yang sudah mepet dengan jadwal, maka dikhawatirkan panitia tidak akan mengakomodir, sebab menyusun jadwal PLPG lebih sulit daripada membuat jadwal belajar mengajar mingguan.
  5. Jika terdapat kesalahan data antara data sebenarnya dengan data yang tercantum di daftar nama yang dipublikasi oleh LPTK misalnya kesalahan dalam singkatan nama, maka segera laporkan ke dinas untuk kemudian dinas akan membuat surat keterangan perbaikan data yang harus dibawa saat akan mengikuti PLPG, sehingga nanti sertifikat yang diterbitkan tidak keliru.
  6. Mempersiapkan berkas-berkas yang wajib dibawa ketika akan berangkat mengikuti PLPG nantinya. 
  7. Bagi guru yang sekolahnya menerapkan kurikulum KTSP membawa kurikulum KTSP (Permendiknas terkait kurikulum 2006, Buku-buku Paket, contoh RPP, LKPD.
  8. Bagi guru yang sekolahnya menerapkan kurikulum KTSP membawa kurikulum 2013 (Permendikbud terkait kurikulum 2013, Buku Guru dan Buku Siswa, contoh RPP, LKPD. 
  9. Jangan lupa membawa surat tugas dari sekolah.
  10. Membawa laptop dan modem. Tentu saja beserta pulsa agar dapat terkonksi dengan internet. Pekerjaan menyelesaikan tuga-tugas yang diberikan nanti akan lebih mudah.
  11. Melihat daftar nama-nama peserta di website rayon LPTK. Jika ada nama-nama yang dikenal dalam satu gelombang atau bahkan satu kelas PLPG, maka tidak ada salahnya untuk mulai menghubungi mereka untuk bersepakat mengenai hal-hal yang dianggap perlu. Misalnya ada dua atau lebih berasal dari daerah yang sama, maka nanti usahakan untuk meminta akomodasi/penginapan yang sama/sekamar kepada panitia.
  12. Jika ada peserta yang berasal dari daerah yang sama, selanjutnya bersepakatlah agar salah satunya membawa printer yang dapat digunakan bersama-sama. Selama pelaksanaan PLPG akan banyak tugas yang harus dikerjakan. Jika dapat diketik dengan laptop dan dicetak dengan komputer maka pekerjaan kita akan lebih mudah, dan kita akan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan hal-hal lain yang lebih urgen. Yang lain dapat patungan untuk membeli tinta dan kertas.
  13. Membawa media-media atau alat peraga yang biasa digunakan selama ini disekolah. Dengan adanya media atau alat peraga yang telah jadi ini, kita akan menghemat waktu karena tidak perlu membuat media atau alat peraga dari awal. Tetapi cukup memperbaiki hal-hal yang keliru atau kurang sesuai dengan panduan materi yang diberikan oleh instruktur.
  14. Membawa  karton kosong atau kertas flip chart serta double folio. Karena terkadang peserta membutuhkan hal ini. Jika lokasi PLPG jauh dari keramaian atau toko yang menjual bahan-bahan tersebut, tentu akan menghambat kelancaran dalam mengikuti diklat bagi guru yang bersangkutan. Jika meminta bantu pada orang dilokasi PLPG akan menjadi biaya tambahan, sebab tidak mungkin kita meminta bantuan mereka untuk membeli kebutuhan kita tanpa memberi sedikit uang lelah.
  15. Jangan merasa pintar dan hebat sendiri selama pelaksanaan PLPG. Jalinlah komunikasi dan keakraban dengan teman-teman yang sekelompok dalam peerteaching atau peerguidance. Karena peserta peerteaching/peerguidance dalam tiap kelompok akan saling menilai satu sama lain. Jika kita tidak menjalin komunikasi dengan baik dengan yang lain, bisa saja nanti mereka memberi nilai yang jelek sehingga kita tidak lulus.
  16. Aktif selama mengikuti diklat, baik keaktifan dalam bertanya, berdiskusi maupun dalam mengeluarkan pendapat, sebab, keaktifan memiliki nilai 0.1.
  17. Mempersiapkan suplemen/makanan penunjang kesehatan, karena beban diklat PLPG cukup padat, yaitu 9 JP selama 10 hari. Artinya, guru akan mengikuti diklat dari pagi hingga malam, yang tentu saja menguras fisik dan mental.
  18. Mempersiapkan obat-obatan yang biasa dikonsumsi. Jangan sampai ketika pelaksanaan PLPG peserta jatuh sakit, karena panitia dapat menganulir keikut sertaan peserta PLPG dengan alasan tidak sehat.
  19. Membawa buku-buku pegangan sesuai dengan bidang studi sertifikasi yang kita ikuti.
  20. Menghubungi rekan-rekan guru lainnya yang telah lebih dahulu mengikuti sertifikasi. Pinjam buku-buku pegangan mereka selama mengikuti PLPG sebelumnya. Meskipun disekolah saat ini menerapkan salah satu kurikulum saja, yaitu KTSP atau K-13, tidak ada salahnya untuk meminjam materi kedua kurikulum tersebut untuk memperkaya khazanah keilmuan.
  21. Jika khawatir dengan ketidak cocokan menu makanan, tidak ada salahnya membawa makanan sendiri sebagai bekal. Jangan sampai karena kurang porsi makan sehingga sakit maagh kambuh.
  22. Jika memiliki anak balita dan membawa pengasuh, jangan ragu menghubungi panitia PLPG (PSG LPTK) untuk menanyakan apakah ada penginapan didekat lokasi PLPG atau barangkali panitia bisa memfasilitasi, tentu saja dengan biaya tambahan.
  23. Gunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya, usahakan menyelesaikan tugas dalam jadwal diklat saja, sehingga kita dapat beristirahat dengan cukup. Itulah gunanya kita membawa hal-hal yang telah disebutkan diatas.
  24. Jangan pernah tergiur dengan janji-janji pihak tertentu yang menjamin kelulusan dalam PLPG dengan cara menyetor sejumlah uang. Percayalah, bahwa ini adalah penipuan. Lebih baik kita lulus dengan cara bermartabat, sehingga hasilnya pun menjadi berkah.
  25. Berdo'a, memohon kepada Allah subhaanaahu wata'aala agar diberikan hasil terbaik.
Demikian, beberapa tips yang kiranya dapat menjadi acuan, semoga bapak/ibu dapat lulus menjadi guru profesional.

Artikel Terkait Lainnya :


0 comments:

Post a Comment

Mari kita berkomentar dengan arif dan bijaksana, agar kita dapat saling berbagi makna